LAPORAN
PRKTIKUM
FARMASI FISIKA
“UJI STABILITAS OBAT”
Disusun
oleh :
Metti Ria
Yulistina ( 062.0068)
Diang
Dwiyanti
Hedi
Kurniadi
Vivih
Risnawati
Candra
Wulan
Siti
Sariyah
Stabilitas
obat merupakan kemampuan suatu produk untuk
mempertahankan sifat dan karakteristiknya agar sama dengan yang
dimilikinya pada saat dibuat ( identitas, kekuatan, kualitas, kemurnian) dalam
batasan yang ditetapkan sepanjang periode penyimpanan dan penggunaan ( shelf-
life ). Sediaan obat / kosmetik yang setabil merupakan suatu sediaan yang masih
berada dalam batas yang dapat dterima selama priode penyimpanan dan penggunaan,
dimana sifat dan karakteristiknya sama
dengan yang dimilikinya pada saat dibuat.
Shelf
life (waktu simpan) adalah periode penggunaan dan penyimpanan yaitu waktu
dimana suatu produk tetap memenuhi spesifikasinya jika disimpan dalam wadahnya
yang sesuai dengan kondisi penjualan dipasar. Waktu simpan minimum adalah
periode yang dibutuhkan suatu produk yang berada pada batas spesifikasi ‘release’ saat pembuatan untuk mencpai batas
spesifikasi periksa. Suatu produk dinyatakan stabil jika tidak menunjukan
degradasi bermakna , tida terjadi perubahan fisika, kimia, mikrobiologi, sifat
biologi, dan produk tetap dalam batas spesifikasi release / simpan.
Penyimpanan obat
Obat
harus disimpan sehingga terhindar dari pencemaran dan peruraian, terhindar dari
pengaruh udara, panas dan cahaya. Obat yang mudah menyerap lembab harus
disimpan dalam wadah tertutup rapat berisi kapur tohor. Keadaan kebasahan udara
dinyatakan dengan tekanan uap air relative, yaitu perbandingan antara tekanan
uap di udara dengan tekanan uap maksimum pada temperature tersebut. Tekanan uap
relative ditentukan dengan hygrometer.
Efek tidak diinginkan yang potensial dari
ketidakstabilan obat:
1. Hilangnya
zat aktif
2. Naiknya
konsentrasi zat aktif
3. Hilangnya
keseragaman kandungan
4. Menurunnya
status mikrobiologis
5. Pembentukan
hasil urai yang toksik
6. Hilangnya
kekedapan kemasan
7. Menurunnya
kuaitas label
8. Modifikasi
factor hubungan fungsional.
Jenis – jenis penguraian:
1. Kimia
2. Fisika
3. Biologi
4. Kombinasi
·
Therapeutic
·
Toxicological
·
Drug product stability
Jenis – jenis stabilitas yang umum dikenal:
1. Stabilitas
kimia : mempertahankan keutuhan kimiawi dan potensi zat aktif yang tertera pada
etiket dalam batasan spesifikasi
2. Stabilitas
fisika : mempertahankan sifat fisika awal dari suatu sediaan (
penampian,kesesuaian, keseragaman, disolusi, disintegrasi, kekerasan, kemampuan
disuspensikan)
3. Stabilitas
mikrobiologi : sterilitas atau resistensi terhadap pertumbuhan mikroba
dipertahankan sesuai dengan persyaratan
4. Stabilitas
Terapi : efek terapi tidak berubah selama waktu simpan ( shelf life ) sediaan
5. Stabilitas
toxikologi : tidk terjadi peningkatan toksisitas yang bermakna selama waktu
simpan ( tidak terbentuk senyawa epi dan anhidro dalam suspense tetrasiklin )
Umumnya
uji stabilitas dilakukan seca kimia walaupun secara kimia suatu produk dapat
setabil selama 3 tahun sebeum expired , tetapi perubahan fisik dapat saja
terjadi. Kesetabilan secara fisika pada larutan adalah timbulnya endapan,
mungkin kandungan kimianya tetap tetapi untuk larutan parenteral jelas tidak
dapat diterima,demikian juga dalam larutan oral.
Untuk
sediaan larutan oral, dapat dilakikan uji organoleptik dan uji penampilan. Uji
organoleptik bersifat subjektif, seorang tester akan menilai produk dan member
skor baik secara numeric maupun secara deskriftif. Pada uji penampilan,ada
statemen subjektif walaupun ada parameter instrument kuantitatif yang dicatat, misal
kalorimetri.
Uji
stabilitas sediaan cair disarankan pada suhu leih rendah misalnya < 0
derajat celcius : - 10 samapi – 20 derajat celcius.
Hai metti, boleh tau ga ini sumbernya dr mana? Trimakasih :D
BalasHapusHai metti, boleh tau referensi ini dari mana? Thankyu :D
BalasHapus