Rabu, 19 Januari 2011

BROKOLI


            Sayuran adalah jenis makanan yang baik bagi tubuh karena mengandung gizi yang diperlukan oleh tubuh. Brokoli (Brassica oleracea L) adalah sayuran tanaman sejenis kubis-kubisan. Sayuran ini merupakan kumpulan dari kuntum bunga yang membentuk gerombolan berupa kuntum, brokoli yang baik berwarna hijau, segar, berbatang halus dengan daun liat bonggol kepala utuh dan memiliki kelompok pucuk yang masih kuncup berwarna hijau tua. 

Brokoli (Brassica oleracea L. Kelompok Italica) adalah tanaman sayuran yang termasuk dalam suku kubis-kubisan atau Brassicaceae. Brokoli berasal dari daerah Laut Tengah dan sudah sejak masa Yunani Kuno dibudidayakan. Sayuran ini masuk ke Indonesia belum lama (sekitar 1970-an) dan kini cukup populer sebagai bahan pangan. Bagian brokoli yang dimakan adalah kepala bunga berwarna hijau yang tersusun rapat seperti cabang pohon dengan batang tebal. Sebagian besar kepala bunga tersebut dikelilingi dedaunan. Brokoli paling mirip dengan kembang kol, namun brokoli berwarna hijau, sedangkan kembang kol putih. Brokoli merupakan tanaman yang hidup pada cuaca dingin.

1. Klasifikasi 

Kingdom : Plantae ( Tumbuhan )
Nama Indonesia : Brokoli
Nama asing : Broccoli
Nama simplisia : Brssicae oleraceae Flos ( bunga brokoli )
Suku : Cruciferae ( Brassicaceae )

2. Kandungan Brokoli

            Selain mengandung sulforafan, sebuah senyawa pencegah penyakit kanker. Brokoli juga diketahui menyimpan kandungan lemak, protein, karbohidrat, serat, air, zat besi, kalsium, mineral, dan bermacam vitamin (A, C, E, Vitamin, ribofalvin, nikotinamide). Karena keistimewaannya itulah, tak heran bila brokoli dinobatkan sebagai tanaman obat. 

            Sebagai
makanan, brokoli biasanya direbus atau dikukus, atau dapat pula dimakan mentah. Brokoli mengandung serat makanan dalam jumlah banyak. Brokoli juga mengandung senyawa glukorafanin, yang merupakan bentuk alami senyawa antikanker sulforafana (sulforaphane). Selain itu, brokoli mengandung senyawaan isotiosianat yang, sebagaimana sulforafana, ditengarai memiliki aktivitas antikanker.

            K
andungan vitamin C pada brokoli jumlahnya lebih banyak daripada jeruk. Kandungan kalsium brokoli juga lebih besar dibandingkan  segelas susu, dan brokoli juga diketahui mengandung lebih banyak serat daripada sepotong roti gandul. 

3. Manfaat Brokoli

            Khasiat brokoli, mencegah dan memberi perawatan pada penderita Alzheimer (berkurangnya ingatan) di kalangan orang tua. Peneliti dari Royal Pharmaceutical Society membuktikan bahwa brokoli mengandung senyawa yang mirip dengan obat-obatan penyakit Alzheimer. Alzheimer adalah bentuk dementia (berkurangnya ingatan) yang paling umum dijumpai di kalangan orang tua yang disebabkan oleh enzim acetylcholinesterase. Brokoli dianggap memiliki sifat anti-acetylcholinesterase paling kuat. Persepsi ini diperkuat oleh Dr. Setiawan Dharlimantha, dalam bukunya yang berjudul “Atlas Tumbuhan Obat Indonesia Jilid 2”. Dalam buku tersebut, ia menyatakan brokoli berkhasiat mempercepat penyembuhan penyakit serta mencegah dan menghambat perkembangan sel-sel kanker di dalam tubuh, terutama penyakit kanker yang berkaitan dengan hormon, seperti kanker payudara pada wanita, dan kanker prostat yang mengancam pria.

Kegunaan lain, brokoli dianggap mampu mencegah serangan stroke. Terbukti melalui penelitian yang dilakukan tim epidemologi dari Harvard University, tanaman yang cocok tumbuh di dataran tinggi ini sangat baik dikonsumsi penderita kencing manis. Kandungan chromium dan seratnya dapat mengatur kadar gula darah. Brokoli memperkuat sel-sel tulang. Mengkonsumsinya sejak muda, mencegah penyakit pengeroposan tulang (osteoporosis) di usia tua.

           
Bahkan katanya bila brokoli dikonsumsi sejak muda, dapat mencegah penyakit pengeroposan tulang (osteoporosis) di usia tua. Karena dengan zat yang ada didalamnya, brokoli dipercaya dapat memperkuat sel-sel tulang. Brokoli dikenal juga berkasiat menghadang penyakit kulit seperti abses atau bisul.

            Sulforaphan, zat antioksidan pada brokoli dapat membantu tubuh menghilangkan atau menetralkan karsinogenik, zat penyebab kanker. Zat bekarotin di dalam brokoli mampu mencegah kanker usus besar dan payudara.

            Kandungan chromium dan serat pada brokoli dapat mengatur gula darah, bila dikonsumsi sejak usia muda, maka dapat mencegah penyakit pengeroposan tulang (osteoporosis) di usia tua.

4. Cara Pengolahan

         
Cara mengonsumsi brokoli adalah dapat dimakan sebagai sayuran rebus atau dimasak dengan sayuran lain. Sebelum mengkonsumsi brokoli, diolah secara optimal, dicuci lebih dahulu dengan air garam agar ulat yang terselip pada brokoli bisa terlepas.Cara mengkonsumsinya pun sangat mudah,  bisa dimakan mentah, ditumis, dicampur sebagai salah satu bahan sop atau dikukus sebagai lalapan.     
              
 Untuk pengobatan atau mempercepat kesembuhan, brokoli bisa disantap sebagai sayuran tersendiri atau dimasak bersama sayuran lain. Untuk mendapatkan khasiat brokoli secara optimal, dianjurkan mengolahnya dengan cara blansir (rebus sebentar) atau dikonsumsi dalam bentuk jus. 

·                     Mempercepat Penyembuhan Penyakit
Sediakan brokoli ukuran sedang. Potongan-potongan seperlunya. Kemudian cuci sampai bersih. Masak air, Setelah air mendidih, blansir brokoli selama dua menit. Setelah itu, angkat dan tiriskan. Brokoli siap disantap bersama nasi. Mohon diingat, jangan rebus brokoli terlalu lama, karena bisa merusak khasiatnya.
·                     Mencegah Nyeri Haid
Santap brokoli yang telah diblansir atau dalam bentuk jus sejak 3 hari menjelang haid sempai haid berakhir. 

·                    Membuat Jus Brokoli
Blender brokoli dengan air matang secukupnya. Minum jus brokoli bersama seratnya. 

Contoh Cara Pengolahan

            Selain bisa dimakan mentah, sayuran kaya vitamin ini pun bisa diolah menjadi aneka hidangan lezat. Salah satunya adalah brokoli saus salju, menu ini sangat cocok bagi vegetarian atau mereka yang sedang menjalankan program diet.       
                   
Cara memasak menu brokoli saus salju ini pun cukup sederhana, setelah dibersihkan brokoli hanya perlu dikukus beberapa menit saja. Sebab jika terlalu lama kandungan vitaminnya akan rusak dan warna hijaunya tidak segar lagi. Sementara yang disebut saus salju berupa putih telur, tepung terigu, potongan tofu dan jagung yang dicampur kemudian dipanaskan dengan mentega hingga setengah kental.
                       
Adonan ini selanjutnya ditaburkan keatas brokoli dengan bumbu, seperti merica, garam dan gula pasir. Selain rasanya lezat dan segar brokoli saus keju ini juga rendah kolesterol.Bagi Sebagian pelanggan brokoli saus salju menjadi menu favorit, terutama bagi mereka yang sedang menjalankan program diet. Menu brokoli juga menjadi langganan para vegetarian.

Brokoli Panggang
Bahan:
500 gr brokoli, potong per kuntum
300 ml susu cair
1 sdt garam
3 btr telur
75 gr keju cheddar parut
1 sdt garam
1 sdt lada
2 sdm margarin
Cara membuat:
1. Rebus brokoli dalam susu dan garam hingga lunak. Angkat, tiriskan. Sisihkan dulu susu yang tersisa dari merebus brokoli.
2. Susun brokoli dalam pinggan tahan panas yang sudah diolesi margarin. Sisihkan.
3. Kocok telur, campurkan dengan sisa susu, tambahkan keju parut, garam, dan lada, aduk rata.
4. Tuang semua campuran susu tadi ke atas brokoli, tambahkan margarin di permukaan brokoli.
5. Panggang dalam oven dengan suhu 180 derajat Celcius selama 20 menit,  atau hingga berwarna kuning kecoklatan.
Angkat, sajikan selagi panas
Read more >>