Nama : Metti Ria
Yulistina
NPM :082.0068
METABOLISME
ASAM AMINO
Asam amino merupakan suatu senyawa organik yang
memiliki gugus
fungsional karboksil (-COOH) dan amina
(biasanya -NH2). Kira-kira 75% asam amino digunakan untuk sintesis
protein. Asam-asam amino dapat diperoleh dari protein yang kita makan atau dari
hasil degradasi protein di dalam tubuh kita. Degradasi ini merupakan proses
kontinu.
Struktur asam amino
Struktur asam amino secara umum adalah satu atom C
yang mengikat empat gugus,yaitu gugus amina
(NH2), gugus karboksil (COOH), atom hidrogen (H), dan satu gugus sisa (R, dari residue) atau
disebut juga gugus atau rantai samping yang membedakan satu asam amino dengan
asam amino lainnya. Atom C pusat dinamakan atom Cα
("C-alfa") sesuai dengan penamaan senyawa bergugus karboksil, yaitu
atom C yang berikatan langsung dengan gugus karboksil. Oleh karena gugus amina
juga terikat pada atom Cα ini, senyawa tersebut merupakan asam α-amino.
Asam amino biasanya diklasifikasikan berdasarkan sifat kimia rantai samping
tersebut menjadi empat kelompok. Rantai samping dapat membuat asam amino
bersifat asam lemah, basa lemah, hidrofilik jika polar, dan hidrofobik jika
nonpolar.
Fungsi biologi asam amino:
- Penyusun protein, termasuk enzim.
- Kerangka dasar sejumlah senyawa penting dalam metabolisme (terutama vitamin, hormon dan asam nukleat).
- Pengikat ion logam penting yang diperlukan dalam dalam reaksi enzimatik (kofaktor).
Metablisme Asam Amino
Asam amino yang terbentuk di usus akan diabsorpsi dan dibawa oleh peredaran
darah ke dalam sel-sel tubuh.
Ammonia bersifat toksik, jadi tidak diangkut dalam bentuk bebas dari jaringan
ekstrahepatik.
Mekanisme utama: Terjadi pada kebanyakan jaringan
:Glutamin sintetase akan mengubah ammonia menjadi glutamin yang nontoksik.
Glu + nh4+ + atp gln +h2o+adp+pi
Glutamin sintetase
�� glu
didapat dari α-ketoglutarat (tca cycle)
Melalui reaksi transaminasi dgn a.a lain.
�� gln
diangkut dlm darah kehati, ginjal dan gut
(usus)
�� dalam
hati gln dihidrolisis untuk melepas
Ammonia yg akan masuk siklus urea
Gln +h2o glu + nh4+
Glutaminase
Siklus Urea
- Terjadi di hati
-Produk akhirnya yaitu urea akan masuk Sirkulasi
darah dan dibuang lewat ginjal (urin)
- Enzim yang berperan:
reaksi 1 : karbamoil fosfat sintase i
reaksi 2 : ornitin transkarbamoilase
reaksi 3 : asam argininosuksinat sintetase
reaksi 4 : argininosuksinase
reaksi 5 : arginase
reaksi 1 dan 2 terjadi di dalam matrix
mitokondria hati
reaksi 3, 4, 5 terjadi di dalam sitosol hati
Jalur metabolik utama dari asam amino
Jalur metabolik utama dari asam-asam amino terdiri atas pertama, produksi asam
amino dari pembongkaran protein tubuh, digesti protein diet serta sintesis asam
amino di hati. Kedua, pengambilan nitrogen dari asam amino. Sedangkan ketiga
adalah katabolisme asam amino menjadi energi melalui siklus asam serta siklus
urea sebagai proses pengolahan hasil sampingan pemecahan asam amino. Keempat
adalah sintesis protein dari asam-asam amino.
Matabolisme asam amino
Asam-asam amino tidak dapat disimpan oleh tubuh.
Jika jumlah asam amino berlebihan atau terjadi kekurangan sumber energi lain
(karbohidrat dan protein), tubuh akan menggunakan asam amino sebagai sumber
energi. Tidak seperti karbohidrat dan lipid, asam amino memerlukan pelepasan
gugus amin. Gugus amin ini kemudian dibuang karena bersifat toksik bagi tubuh.
Ada 2 tahap pelepasan gugus amin dari asam amino,
yaitu:
1.
Transaminasi
Enzim aminotransferase memindahkan amin kepada α-ketoglutarat
menghasilkan glutamat atau kepada oksaloasetat menghasilkan aspartat
2.
Deaminasi oksidatif
Pelepasan amin dari glutamat menghasilkan ion
ammonium.
Dari 20 jenis asam amino, ada yang tidak dapat
disintesis oleh tubuh kita sehingga harus ada di dalam makanan yang kita makan.
Asam amino ini dinamakan asam amino esensial. Selebihnya adalah asam amino yang
dapat disintesis dari asam amino lain. Asam amino ini dinamakan asam amino
non-esensial.
|
Asam
amino non-esensial
|
Alanine,
Asparagine, Aspartate, Cysteine, Glutamate, Glutamine, Glycine, Proline,
Serine, Tyrosine
|
|
Asam
amino esensial
|
Arginine*,
Histidine, Isoleucine, Leucine, Lysine, Methionine*, Phenylalanine*,
Threonine, Tyrptophan, Valine
|
Biosinthesis Asam Amino non esensial.
Semua asam amino non esensial kecuali tyrosin
disinthesis melalui jalur sederhana dari jalur metabolism umum seperti piruvat,
oksaloasetat, a ketoglutarat dan 3 phosphogliserat. Tyrisin dibentuk dari asam amino
esensial phenilalanin melalui 1 langkah hidroksilasi. Jadi kebutuhan diet akan
phenilalanin menggambarkan juga kebutuhan akan tyrosin. Oleh karena itu adanya
tyrosin alam diet akan mengurangi keutuhan terhadap phenilalanin.
Biosinthesis Asam Amino Esensial
Asam amino esensial, tidak seperti asam amino non
esensial, disintesis dari prekursor metabolit yang umum. Jalur sintesisnya
hanya terdapat pada tanaman ataupun mikroorganisma dan biasanya melibatkan
lebih banyak tahapan dibandingkan dengan asam amino non esensial. Lisin,
methionin, dan threonin misalnya,semuanya disintesis dari aspartat dalam jalur
yang diawali oleh enzim aspartokinase, enzim yang hanya terdapat pada tanaman
dan mikroorganisma.Valin dan leusin disintesis dari piruvat dan a ketoglutarat,
sedang triptofan, phenilalanin dan tyrosin disintesis dari PEP
(phosphoenolpiruvat) dan erythrosa-4 phosphat.
Bioenergetik dan Metabolisme
Alanin, Asparagin, Aspartat, Glutamat dan Glutamin
dibentuk dari piruvat, oksaloasetat dan a ketoglutarat.Sintesis dari
masing-masing asam amino tersebut hanya 1 tahapan transaminasi. Asparagin
disintesis dari aspartat oleh asparagin synthetase, sedang glutamin dari
glutamat dengan reaksi amidasi yang dikatalisis
oleh glutamin synthetase. Glutamin synthetase
merupakan titik pusat kontril metbolisma nitrogen. Glutamin adalah donor gugus
amino dalam pembentukan banyak senyawa biosinthetik maupin bentuk cadangan bagi
ammonia. Sebagai konsekuensinya, glutamin synthetase mempunyai peran sentral
dalam metabolisma nitrogen dan menjadikan enzim tersebut sebagai kandidat yang
sangat baik dalam mengatur
aliran metabolisma dari senyawa nitrogen. Glutamin
synthetase pada mammalia diaktifkan oleh a ketoglutarat yang merupakan hasil
deaminasi oksidatif dari glutamat. Hal ini diduga mencegah akumulasi amonia
yang dihasilkan oleh reaksi deaminasi tersebut.
Asam amino dasar (standar)
Protein tersusun dari berbagai asam amino yang
masing-masing dihubungkan dengan ikatan peptida. Meskipun demikian, pada awal pembentukannya
protein hanya tersusun dari 20 asam amino yang dikenal sebagai asam amino dasar
atau asam amino baku atau asam amino penyusun protein (proteinogenik).
Asam-asam amino inilah yang disandi oleh DNA/RNA sebagai kode genetik.
Asam amino alifatik
sederhana
- Glisina (Gly, G)
- Alanina (Ala, A)
- Valina (Val, V)
- Leusina (Leu, L)
- Isoleusina (Ile, I)
Asam amino
hidroksi-alifatik
- Asam aspartat (Asp, D)
- Asam glutamat (Glu, E)
Amida
- Asparagina (Asn, N)
- Glutamina (Gln, Q)
Asam amino basa
Asam amino dengan
sulfur
Prolin
- Prolina (Pro, P) (memiliki gugus siklik)
Asam amino aromatik
- Fenilalanina (Phe, F)
- Tirosina (Tyr, Y)
- Triptofan (Trp, W)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar