Senin, 11 Juli 2011

Som Jawa


            Ginseng (Panax) adalah sejenis tanamanna berkhasiat obat yang termasuk dalam suku Araliaceae. Ginseng tumbuh di wilayah belahan bumi utara terutama di Siberia, Manchuria, Korea, dan Amerika Serikat. Jenis ginseng tropis dapat ditemukan di Vietnam, yaitu Panax vietnamensis. Nama "ginseng" diambil dari bahasa Inggris, yang dibaca mengikuti lafal bahasa Kanton, jên shên, yang dalam bahasa Mandarin dibaca "ren shen", 人蔘, yang berarti duplikat manusia, karena bentuk akarnya yang kerap menyerupai manusia.                                                                                                   
Ginseng, salah satu obat tradisional Tiongkok yang sangat berkhasiat. Suatu hari dokter tradisional China mengatakan bahwa salah satu dari pasiennya telah mengatakan padanya obat China tidak dapat menyaingi obat obat tradisional dewasa ini. Beberapa resep obat-obatan mempunyai lusinan bahan ramuan didalamnya, sementara banyak resep obat tradisional Tiongkok, seperti Ginseng, hanya mempunyai satu bahan.                                                                                                                          
Seorang penterjemah beberapa tahun ini merasa badannya lemah dan kurang energi, bahkan sudah sampai tahap kesukaran berbicara. Ia telah banyak mengkonsumsi obat obatan tetapi tidap nampak ada peningkatan. Ia kemudian pergi ke dokter tradisional China yang mengatakan padanya untuk menaruh sepotong ginseng di mulutnya. Hanya dengan itu, gejalanya telah hilang. Mengapa ramuan lain yang terdiri dari aneka rupa bahan tidak dapat menyamai khasiat sepotong ginseng. 
Di Indonesia terdapat juga tumbuhan yang memiliki khasiat sama dengan ginseng yaitu ginseng Jawa atau som jawa, Talinum paniculatum  Gaertn. dan kolesom, Talinum triangulare  Wild. Di dalam pengobatan tradisional akarnya dicampur dengan berbagai jenis obat dan yang paling terkenal dalam bentuk campuran anggur. Kajian mengenai khasiat dan kegunaanya telah dilakukan untuk menjadikan kolesom sebagai ginseng Indonesia.

1. Hierarki
Som Jawa
(Talinum paniculatum (jacq.) Gaertn.)
Nama Indonesia : Som jawa, ginseng jawa
Nama melayu : Ginseng jawa
Kingdom : Plantae ( Tumbuhan )
Subkingdom : Tracheobionta ( Tumbuhan berpembuluh )
Super Divisi : Spermatophyta ( Menghasilkan biji )
Divisi : Magnoliophyta ( Tumbuhan berbunga )
Kelas : Magnoliopsida ( Berkeping dua \ Dikotil )
Sub Kelas : Hamamelidae
Ordo : Caryophyllales
Famili : Portulaceae
Genus : Talinum
Spesies : Talinumpaniculatum Jacq Gaert
Sinonim :
T. crassifolium Willd.. T. patens (L.) Willd.. Portulaca patens L.
2. Jenis – jenis ginseng
           Ada beberapa jenis ginseng yang umum dikonsumsi oleh masyarakat, yaitu mencakup suku Araliaceae, Poligonaceae, dan Portulacaceae. Ginseng dari marga Panax dan Eleutherococcus termasuk dalam suku Araliaceae merupakan ginseng yang paling banyak dikonsumsi di dunia.  Sementara itu, kerabat tumbuhan lain yang berasal dari marga Talinum dan Rumex hanya digunakan oleh masyarakat tertentu yang menganggap bahwa tumbuhan tersebut memiliki khasiat dan kandungan yang mirip dengan ginseng.  Adapun jenis-jenis tumbuhan yang dianggap masyarakat herbalis di dunia sebagai ginseng adalah sebagai berikut :
- Panax ginseng (Araliaceae) : ginseng Korea/Cina.
- Panax japonicum (Araliaceae) : ginseng Jepang.
- Panax quinquefolius (Araliaceae) : ginseng Amerika.
- Panax pseudoginseng (Araliaceae) : ginseng Himalaya
- Eleutherococcus senticosus (Araliaceae) : ginseng Siberia
- Rumex hymenosepalus (Polygonaceae) : ginseng Padang Pasir
- Talinum paniculatum/T. triangulare (Portulacaceae) : ginseng
Ginseng korea / cina ( Panax ginseng ) berasal dari Negara Cina, Rusia bagian timur dan korea.Jenis ginseng yang dikenal berbentuk oval dan bergerigi. Bunganya kecil-kecil mengumpul dan berwarna kuning kehijauan. Tumbuhan ini dapat diperbanyak dengan biji terutama dilakukan pada musim semi.  Perbanyakannya memerlukan pengalaman dan keahlian yang cukup tinggi. Tanah yang subur dan sistim drainase yang baik sangat diperlukan untuk pesemaiannya. Tanaman umur 4 tahun sudah dapat diambil .
 Ginseng Korea atau ginseng Cina merupakan jenis ginseng yang paling mahal harganya. Konon, ginseng ini memberikan kekuatan dan energi tambahan terutama untuk limfa dan paru-paru. Selain itu, juga meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan mengurangi kelelahan sehingga dapat mengatasi rasa lapar, suhu yang ekstrim, maupun ketegangan mental dan emosi.  Di Cina, ginseng ini dikenal sebagai obat perangsang, pemberi tenaga untuk para atlet olah raga, dan sebagai obat kuat pria. Di negara asalnya akar ginseng telah dibuat dalam bentuk kapsul maupun tablet. Beberapa hasil penelitian mengungkapkan adanya komponen steroid pada bagian akar tanaman ini. Komponen ini ternyata mirip dengan hormon-hormon seks pada manusia. Komponen utama zat aktif yang terdapat pada akar ginseng Korea diantaranya adalah triterpenoid, saponin, ginsenosides, acetylenic, panaxoans dan sesquiterpene.                                                
Ginseng  Jepang (Panax japonicum) merupakan tanaman tahunan yang tingginya sekitar 60 cm. Dari segi taksonomi, ginseng dari negeri sakura ini memiliki bunga hermaprodit, yaitu berkelamin ganda. Tumbuh baik pada tanah agak berlempung dan berpasir, kaya humus pada tempat-tempat yang ternaungi sehingga tanaman ini sering ditemukan di hutan-hutan lebat. Tumbuhan yang dikenal juga dengan nama san chi atau shen yeh ini, biasanya ditemukan di kawasan hutan–hutan di Jepang dan Cina.             
Ginseng dari negeri matahari terbit ini dapat diperbanyak dengan biji, tetapi daya kecambahnya sangat lambat dan keserempakan tumbuhnya rendah. Bijinya dikecambahkan pada media tanah atau pasir di tempat yang ternaungi.  Setelah agak besar, bibit dipindahkan ke rumah kaca dan ditanam di lapang pada akhir musim panas. Akar ginseng ini mengandung saponin 5 %. Di Jepang dan Cina, akar ginseng ini sering digunakan sebagai penambah rasa dalam minuman teh atau sup panas. Rebusan akar ini juga biasa digunakan sebagai penambah nafsu makan, peluruh dahak, dan tonikum. 
Ginseng Amerika (Panax quinquefolius) yang juga dikenal dengan nama xi yang shen ini merupakan tanaman tahunan  berumah dua dari Amerika yang tingginya mencapai 60 cm. Tanaman ini memiliki batang yang halus dan anak daunnya berbentuk bulat telur  sampai oval, berdaging, dan beraroma segar. Akarnya yang berbentuk kumparan berwarna kuning pucat sampai cokelat ini. Setelah berumur 3-4 tahun, tanaman ini baru akan menghasilkan bunga yang berwarna kuning  atau pink, biasanya muncul di akhir musim panas. Setelah itu, akan diikuti masa berbuah dengan bentuk buah beri yang berwarna merah menyala. Tanaman ini banyak dikembangkan di daerah Wisconsin (Amerika), Perancis dan Cina. Ginseng ini akan tumbuh lebih baik pada tanah yang kaya humus serta daerah yang sejuk dan ternaungi. Pengecambahan biji biasanya dilakukan pada awal musim semi di tempat yang ternaungi. Panen dapat dilakukan setelah tanaman ini berumur 3-9 tahun.Komponen bahan aktif pada akarnya adalah steroidal saponin, termasuk didalamnya adalah panaquilon. Ekstrak akar ginseng ini dapat dibuat sebagai minuman penguat untuk meningkatkan kemampuan fisik dan mental, melawan depresi akibat kelelahan, stres, merangsang nafsu makan, serta merangsang kelancaran sistem pencernaan. Di Cina, akar ginseng ini sering digunakan untuk mengatasi demam dan kelelahan yang sudah kronis, juga dapat mengatasi berbagai penyakit, seperti TBC dan paru-paru. Di Amerika, digunakan untuk merangsang tingkat kesuburan wanita serta sebagai obat batuk dan sakit dada.  Ginseng ini tidak boleh dikonsumsi oleh ibu hamil. Selain itu, harus dihindari pemakaian secara berlebihan dan tidak boleh meminum minuman yang mengandung kafein saat mengonsumsinya.                       
Ginseng himalaya dikenal juga sebagai Panax notoginseng. Tumbuhan ini merupakan herba tahunan berumah dua dengan batang tegak yang tingginya dapat mencapai 1 m. Tanaman ini memiliki daun majemuk. Bunganya kecil kehijauan dan buahnya kecil berbentuk kotak. Tanaman asli Cina ini sudah mulai langka dihabitatnya. Secara komersial, jenis ini telah dikembangkan di wilayah Cina bagian selatan dan tengah. Akarnya sudah dapat dipanen sebelum masa berbunga atau berbuah masak.Panax pseudoginseng di Cina dikenal dengan nama san qi atau tienchi. Jenis ginseng ini digunakan oleh masyarakat Cina sebagai obat penahan rasa sakit (analgesik) dan untuk menghentikan pendarahan baik internal maupun eksternal.  Akar ginseng Himalaya mengandung saponin, flavonoid, steroid, dan polisakarida. Fungsinya antara lain adalah untuk meningkatkan produksi hormon seks pria, meningkatkan aliran darah pada pembuluh arteri serta digunakan untuk mengatasi tekanan darah tinggi dan kejang jantung. Secara eksternal juga dapat dibuat dalam bentuk serbuk/bubur ginseng untuk mempercepat penyembuhan luka atau memar.  Obat yang berbahan baku ginseng Himalaya ini tidak cocok dikonsumsi ibu yang sedang hamil dan anak-anak di bawah umur 12 tahun.                                                                                                           
Ginseng Siberia (Eleutherococcus senticosus) lebih dikenal sebagai bahan minuman untuk menjaga kesehatan dibandingkan sebagai minuman penyembuh penyakit tertentu. Ci wu jia merupakan herba berkayu yang tingginya dapat mencapai 3 m. Setiap tangkai daunnya terdiri dari 3 – 7 anak daun yang berbentuk bulat telur. Tumbuhan asli dari Rusia bagian timur, Cina, Korea, dan Jepang ini dapat diperbanyak dengan biji, tetapi sangat sulit untuk dikecambahkan.Hasil penelitian menunjukan bahwa ginseng ini terutama dapat meningkatkan daya tahan tubuh dari stres lebih baik dari Panax ginseng. Komponen bahan aktif yang terdapat dalam ginseng ini adalah eleutherisides 0,6-0,9 %, phenilpropanoid, lignin, kumarin, triterpenoid saponin, dan polisakarida. Ginseng Siberia dapat berfungsi sebagai tonikum yang membantu meningkatakan ketahanan tubuh dari tekanan panas dan dingin, infeksi, atau radiasi. Pengobatan dengan ginseng Siberia pernah dilakukan untuk menolong korban ledakan nuklir di Chernobil pada tahun 1986. Di Cina, ginseng jenis ini sehari-hari digunakan untuk memulihkan stamina akibat kerja keras dan stres berkepanjangan, juga sering digunakan oleh atlet saat training.  Hal yang perlu diperhatikan saat mengkonsumsi produk yang berbahan baku ginseng Siberia ini adalah :
- Hindari pemakaian yang berlebihan selama lebih dari 6 minggu dalam satu waktu tanpa anjuran seorang ahli di bidang pengobatan.
- Hindari pemakaian saat sakit.
- Tidak baik digunakan untuk anak dibawah 12 tahun dan ibu yang sedang hamil.
- Tidak boleh mengkonsumsi kopi dan minuman lain yang mengandung kafein.
            Ginseng padang pasir (Rumex hymenosepalus) merupakan tumbuhan tahunan yang dapat berumur 3-10 tahun. Tumbuhan berbunga liar ini kemungkinan berasal dari Amerika bagian barat laut dan dapat ditemukan di sepanjang California dan Great Basin. Nama lain dari tumbuhan ini adalah cacaigre atau kelembak liar. Tanaman ini menyerbuk dengan bantuan angin. Morfologinya yang tidak terlalu tinggi dan menarik, sangat cocok ditanam sebagai tanaman hias.Di negara Eropa dan Amerika, akar dari tumbuhan lebih dikenal sebagai bahan pewarna, terutama untuk warna kuning keunguan. Namun masyarakat  Indian Amerika sudah lama memanfaatkan akar ginseng jenis ini untuk menanggulangi diare dan obat kumur-kumur untuk mengurangi rasa sakit pada kerongkongan. Rebusan akarnya sering digunakan untuk mengurangi pendarahan akibat terkena senjata tajam. Akhir-akhir ini sering diperjualbelikan di pasar-pasar Amerika sebagai ginseng Padang Pasir.  Ginseng ini mengandung tanin yang cukup tinggi sehingga harus berhati-hati dalam penggunaannya, tidak boleh dikonsumsi oleh ibu yang sedang hamil atau sedang dalam perawatan tertentu.

Ginseng Jawa / Som Jawa
Ada dua jenis tanaman yang disebut ginseng jawa yaitu Talinum paniculatum dan Talinum triangulare.  Keduanya termasuk suku Portulacacea.
            Som Jawa dan Kolesom dikenal sebagai Ginseng Jawa, dalam pengobatan tradisional diramu menjadi berbagai sediaan dan yang paling terkenal dalam bentuk sediaan anggur. Untuk menjadikan Som Jawa dan Kolesom sebagai Ginseng Indonesia telah dilakukan penelitian Khasiat dan Keamanan Som Jawa (Talinum pSom jawa ditanam sebagai tanaman hias atau tanaman obat, kadang ditemukan tumbuh liar. Tumbuhan ini berasal dari Amerika tropis. Akarnya berdaging tebal, biasa digunakan sebagai pengganti kolesom. DI Jawa tumbuh pada ketinggian 5 - 1.250 m dpl. Terna tahunan, tegak, tinggi 30 - 60 cm, batang bercabang di bagian bawah dan pangkalnya mengeras. Daun tunggal, letak berhadapan, bertangkai pendek, bundar telur sungsang, tepi rata, ujung dan pangkal runcing, panjang 3 - 10 cm, lebar 1,5 - 5 cm. Perbungaan majemuk dalam malai di ujung tangkai, berbentuk anak payung menggarpu yang mekar di sore hari, warnanya merah ungu. Buahnya buah kotak, diameter 3 mm, bijinya kecil, hitatn, bulat gepeng. Tanaman ini mudah dan tumbuh disekitar kita, umumnya ditanam dihalaman rumah sebagai tanaman hias atau obat, kadang ditemukan tumbuh liar. Som jawa sebenarnya tanaman berasal dari amerika tropis, yaitu amerika tengara dan selatan. Akarnya berdaging tebal, biasa digunakan sebagai kolesom. Di jawa tumbuh pada ketinggian 5-1,5 M dari permukaan laut. Perbungaan majemuk di ujung tangkai, berbentuk anak paying yang mekar di sore hari, warnanya merah ungu. Buahnya kotak, diameter 3mm, bijinya kecil, hitam, bulat gepeng. Morfologi akar dari tanaman som jawa sangat mirip dengan ginseng (Panax ginseng atau panax pseudo ginseng) yang berasal dari China dan telah lama digunakan secara luas terutama untuk obat lemah syahwat. Karena itu tanaman ini kadang juga di kenal sebagai ginseng jawa
Kandungan Ginseng Jawa / Som Jawa
          Kandungan  som jawa yang telah diketahui di antaranya adalah saponin, flavonoid, tannin dan steroid, selain itu juga di ketahui mengandung kalium, Na, kalsium, magnesium dan besi.                                                                          
 Ginseng jawa berpotensi sebagai substitusi ginseng korea/cina (P. ginseng) yang masih diimpor dari negeri Cina dan Korea karena kandungan bahan aktifnya yang hampir sama yaitu saponin, flavonoid, terpenoid dan steroid.  Sementara daunnya, selain mengandung saponin dan flavonoid, juga mengandung steroid dan minyak atsiri yang berkhasiat sebagai pelancar ASI, obat bisul, meningkatkan nafsu makan (stomakik).   
Saponin mempunyai efek antiradang, sedangkan flavonoid dapat mengurangi pembengkakan, antibakteri, antivirus dan antihistamin. Akar maupun daun ginseng jawa dapat dimanfaatkan untuk mengobati berbagai penyakit. Akarnya berkhasiat antara lain  sebagai obat untuk kondisi badan lemah, banyak berkeringat, dan pusing-pusing, lemah syahwat, batuk dan paru-paru lemah, nyeri lambung, diare, datang haid tidak teratur, keputihan, pelancar ASI. Daunnya berkhasiat untuk meningkatkan nafsu makan.  Manfaat lain dari tanaman ini selain sebagai obat/suplemen adalah sebagai tanaman hias, sayuran dan pakan ternak.      
Menurut bapak pengobatan herbal klasik Shen Nong, sifat alamiah gingseng adalah, ”manis dan agak dingin, baik untuk organ organ penting,” Ilmu pengetahuan modern dapat menganalisis bahan obat tradisional Tiongkok, tapi masih masih belum memahami esensi sejatinya. Pada kenyataannya, esensi dan bahan dari obat tradisional Tiongkok dalah tak dapat dipisahkan. Esensi pokok pengobatan tradisional Tiongkok berhubungan dengan sifat alami Yin (dingin, sejuk)  dan Yang (hangat, panas).  Setiap rasa kemudian diklasifikasikan berdasarkan alam dan fungsionalnya. Contohnya, rasa manis dapat melenyapkan darah kotor, meningkatkan sirkulasi darah, dan meningkatkan energi vital.
Sifat alami yang dimiliki ginseng berhubungan dengan lingkungan dimana ia tumbuh. Ginseng liar tumbuh pada lereng pegunungan pada ketinggian 500 sampai 1100 meter (1640 – 3600 kaki). Umumnya dapat ditemukan di gunung-gunung Changbai dan gunung-gunung Xiaoxinganling di timur laut Tiongkok. Sifat-sifat “gunung” di Tiongkok berasal dari tanda dari “Gen” dalam delapan trigram. Tanda ini memiliki lebih banyak "Yin", yang berhubungan dengan sifat gunungnya yang dingin dan rimbun gelap. Oleh karenanya, ginseng mempunyai sifat alami dingin. Namun ginseng tumbuh di lereng pegunungan, yang secara alami merupakan sifat "Yang" gunung,  maka ginseng juga memiliki suatu unsur Yang. Walaupun demikian, tanda "gen" yang dimiliki elemen bumi bersifat  agak manis, dan demikian ginseng adalah sedikit memberikan sisi "Yang" yang manis. Diantara organ-organ kita, limpa kecil dan perut milik elemen bumi, yang dipercaya pada ilmu pengobatan Tiongkok kuno yang akan menjadi akar dari energi (kekuatan). Oleh karena itu ah, sisi "Yang" yang manis dalam ginseng bisa membangun benteng "Yang"  pada limpa kecil dan perut, maka dengan cara demikian memberikan kekuatan pada keseluruhan tubuh. Inilah mengapa obat-obat lain tidak bisa mengalahkan khasiat ginseng. Tapi sudah tentu, pada  tingkatan yang dalam, ginseng dan elemen-elemen yang lain pada ilmu medis Tiongkok kuno adalah efektif karena mereka telah diturunkan dari Dewa kepada manusia. Obat tradisonal Tiongkok adalah pemberian Tuhan terhadap manusia.
Manfaat dan Pengolahan Ginseng Jawa / Som Jawa
            Hasil penelitian, uji toksisitas akut Som Jawa mempunyai harga 32,22 (25,59–40,56) mg/10 g bb sedangkan Kolesom 45,1 (36,46–55,78) mg/10 g bb (ip. Mencit). Pemberian ekstrak Som Jawa dosis 10 mg/40 g bb pada mencit untuk waktu mulai tidur ada beda nyata dibanding Heptamil dosis 1,56 mg/40 g bb (p=0,00). Ekstrak Som Jawa dosis 5 dan 10 mg/40 g bb (mean=32,888 ± 11,6; 39,77 ± 14,6; 32,33 ± 15,9). Pemberian ekstrak Kolesom dosis 25 dan 50 mg/200 g bb tidak ada beda nyata dibanding ekstrak Ginseng Korea dosis 50 mg/200 g bb (mean=57,12; 62,25; 57,75 dan p>0,05). Ekstrak Kolesom dosis 50 mg/200 g bb dapat menambah kadar hormon testosteron secara nyata (p=0,05) dibanding ekstrak Ginseng Korea dosis 25 mg/200 g bb.                                           
Som Jawa (Talinum paniculatum Gaertn) aman berdasarkan uji toksisitas akut. Pemberian ekstrak Som Jawa dapat memperpanjang waktu mulai tidur dan menambah kebugaran pemberian ekstrak Kolesom dapat menaikan jumlah dan motilitas spermatozoa, menaikan kadar testosteron dan  menginginkan vitalitas. Tanaman ini pun mampu mendongkrak stamina. Satu lagi tanaman ini dapat dipakai untuk membantu meningkatkan dan mengatasi problema kesehatan kita. 
Ginseng sering kali digunakan dalam pengobatan tradisional. Akar tanaman ini dapat memperbaiki aliran dan meningkatkan produksi sel darah merah, serta membantu pemulihan dari penyakit.   Ada beberapa manfaat dari tanaman som jawa ini bagi kesehatan kita dapat disimak sebagai berikut di bawah ini :
1.                  Atasi lemah Syahwat
            Bagi para pria, bisa jadi tanaman ini termasuk yang paling sering diminati karena dipercaya dapat mengatasi urusan laki-laki. Secara tradisional tanaman ini telah lama digunakan untuk mengatasi lemah syahwat dan meningkatkan kesuburan para pria. Ternyata hal ini memang telah di buktikan dalam penelitian ilmiah dengan menggunakan mencit jantan sebagai hewan coba untuk mengetahui khasiat tanaman som jawa yang berhubungan dengan kesehatan spermatozoa.                                                                   
  Dari hasil penelitian ini ternyata pemberian ekstrak akar ginseng som jawa dengan variasi dosis pemberian dapat meningkatkan jumlah sel spermatozoa dengan morfologi normal dan motilitas tipe A. disimpulkan semakin tinggi dosis pemberian ekstrak akar ginseng som jawa dapat mempertahankan jumlah sel spermatogenetic, morfologi dan motilitas sehingga pencegahan infertilitas pria dapat ditingkatkan.         Adapun ramuan tradisional penggunaan som jawa untuk hal ini adalah sebagai berikut : akar som jawa sebanyak 50 gram diiris tipis-tipis. Seduh dengan ¾ cangkir air panas dan tambahkan sedkit brem dan lalu minum selagi hangat sehari 1 kali.
 2.        Untuk Menyembuhkan Bisul
            Walau sepele, bisul tetaplah menjadi gangguan kesehatan apalagi bila terkadang juga disertai rasa nyeri dan bengkak. Agar tidak berkepanjangan, anda dapat menggunakan daun dari som jawa ini untuk mengatasi bisul.  Caranya mudah saja, daun som jawa segar dicuci, lalu digiling halus dan kemudian tempelkan pada bisul yang telah dibersihkan terlebih dahulu, lalu dibalut dengan kain bersih atau kain pembalut. Lakukan 3 kalai sehari.
3.         Untuk Melancarkan ASI
            Selain untuk kaum laki-laki, ternyata tanaman som jawa juga sangat membantu kaum wanita terutama para ibu-ibu. Walaupun sampai saat ini penelitian secara ilmiah tentang khasiat daun som jawa untuk meningkatkan ASI belumlah banyak dilakukan, na,un pemakaian secara empiris membuktikan bahwa tanaman ini sangatlah bermanfaat untuk meningkatkan dan melancarkan pengeluaran ASI. 
Pebggunaan tanaman ini untuk pelancar ASI mudah saja. Ambil daun segar som jawa secukupnya, kemudian ditumis dan kemudian dimakan sebagai sayuran. Lakukanlah setiap hari minimal 3 kali sehari. Selain bermanfaat untuk ASI, mengonsumsi daun ini dapat meningkatkan kebugaran tubuh serta menambah nafsu makan.
            Akar bersifat manis dan netral yang berkhasiat menguatkan paru, tonikum, dan afrodisiak. Sedangkan daunnya berkhasiat meningkatkan nafsu makan (stomakik).

Pemanfaatan :
Bagian Yang Digunakan
Akar, daun. Akar setelah dicuci lalu dikukus, baru dikeringkan untuk penyimpanan.

Indikasi
Akar berkhasiat mengatasi:
kondisi badan lemah, banyak berkeringat, pusing,
lemah syahwat,
batuk, TB paru, paru-paru lemah,
nyeri lambung,
diare,
ngompol (enuresis),
datang haid tidak teratur,
keputihan, dan
air susu ibu (ASI) sedikit.

Daun berkhasiat untuk:
melancarkan pengeluaran ASI,
bisul, dan
kurang nafsu makan.

Cara Pemakaian
Akar som jawa yang telah dikeringkan sebanyak 30 - 60 g direbus, minum. Untuk pemakaian luar, daun som jawa segar dicuci lalu dipipis. Tempelkan pada bagian tubuh yang sakit.

Contoh Pemakaian

Lemah syahwat
Akar som jawa sebanyak 50 g diiris tipis-tipis. Seduh dengan 3/4 cangkir air panas:Tambahkan sedikit brem, minum selagi hangat.

ASI sedikit, kurang nafsu makan
Daun som jawa segar secukupnya ditumis, lalu dimakan sebagai sayuran.

Bisul
Daun som jawa segar dicuci. Tambahkan gula merah secukupnya lalu digiling halus. Tempelkan pada bisul, lalu dibalut.

Akar segar sebelum dipakai untuk pengobatan atau diktringkan untuk penyimpanan, harus dikukus (diuapkan) terlebih dahulu. Pemakaian akar segar secara langsung bisa menyebabkan diare.

sekian semoga bermanfaat^^
















Tidak ada komentar:

Posting Komentar